Est. reading time: 5 โ 7 mins | Tone: Enthusiast, Empowering, Insightful
Ideal reading moment:ย Best suited to start your day or moments seeking a quick dose of career empowerment and inspiration.
Kita sudah sering mendengar bahwa agility dan fast-learning semakin penting dalam dunia kerja. But what does it really mean? Hold on. I will explain further.
World is spinning around faster and faster. VUCA (volatility, uncertainty, complexity and ambiguity) semakin didengungkan setiap kita membicarakan tentang bisnis. Strategi yang kita canangkan sekarang, bisa jadi sudah tidak berlaku lagi 2 minggu kemudian. Contoh terdekat dalam kehidupan kita adalah peraturan terkait PSBB yang bisa jadi berubah dalam hitungan hari.
Sebagai karyawan, apa iya ada dampaknya terhadap kita?
Of course, iya!
Dengan VUCA, setiap perusahaan dituntut untuk membuat keputusan bisnis dan meng-execute-nya dengan cepat. Dan tentunya manajemen tidak bisa menggunakan cara yang sama terus setiap waktu. Tentunya keputusan dan eksekusi yang cepat ini tidak boleh gegabah, melainkan dengan perhitungan meticulous dan berdasarkan data. Banyak perusahaan sampai mengadopsi sistem baru agar bisa mendapatkan data secepat mungkin untuk dijadikan basis keputusan dan eksekusi.
Siapa yang membuat perhitungan dan memberikan data sebagai dasar keputusan manajemen? Karyawan.
Siapa yang mengeksekusi keputusan manajemen di level operasional? Karyawan.
Siapa pengguna utama dari sistem yang baru diimplementasikan? Karyawan.
Yes, kita sebagai karyawan memiliki peran sangat penting dalam men-support perusahaan dan manajemen untuk menghadapi era yang serba dituntut cepat ini. Kebayang dong, kita dituntut secepat apa?
That’s why, sekarang kita sudah tidak bisa mengategorikan ini waktu kerja, dan ini waktu belajar. Bekerja sambil belajar, belajar sambil bekerja. Karyawan yang ada di setiap posisi di perusahaan harus suka belajar, karena integrated working-learning capability sudah pasti menjadi requirement. Pasti kemudian banyak yang bilang: “Tapi kan banyak hal baru dan terus-menerus berganti. Kita kan ga langsung bisaaaa. Harus dikasih waktu belajar dulu dong?!”
Nah, baru nih masuk ke pentingnya agility dan fast-learning. Jadi karena tuntutannya sudah demikian banyak dan cepat, kita tidak hanya harus suka belajar dan mengaplikasikannya kepada pekerjaan kita. Tapi kita harus suka belajar dan berubah menyesuaikan diri dengan cepat. Kita harus suka belajar apapun yang diperlukan untuk menyelesaikan pekerjaan kita, ga pilih-pilih.
“…kita harus suka belajar dan berubah menyesuaikan diri dengan cepat. Kita harus suka belajar apapun yang diperlukan untuk menyelesaikan pekerjaan kita, ga pilih-pilih.”
Contohnya? Mungkin karena saya bekerja di bidang Finance, jadi contohnya di bidang Finance aja ya. Kalo jaman dulu, tim Reporting pekerjaannya typical ya. Membuat laporan keuangan bulanan dan tahunan, kemudian dikirimkan melalui email ke manajemen atau analyst untuk digunakan lebih lanjut. Kalo sekarang, beberapa perusahaan sudah menggunakan sistem untuk membuat laporan keuangan otomatis, misalnya kalo yang sistemnya SAP, sudah menggunakan BPC Consolidation, atau Direct Cash Flow system, atau Intercompany system (yang membuat semua transaksi intercompany otomatis matched jadi kita tidak perlu repot mencari pasangan-pasangan transaksi berhari-hari saat melakukan eliminasi). Jadi tim Reporting tinggal klik tombol, review result-nya, klik sana sini, beres. Prosesnya jadi cepat banget.
Tim Reporting-nya ngapain dong sekarang? Ilmu konsolidasi dan lain-lainnya ga kepake dong? Tentu saja masih sangat terpakai. Hanya saja perlu ilmu tambahan untuk bisa tetap relevan dan berkontribusi optimal dalam business. Otherwise, fungsi tim Reporting akan punah dan digantikan oleh sistem.
Fungsi tim Reporting bertransformasi menjadi lebih kepada pengelolaan informasi. Contohnya mereka bertugas untuk membuat dashboard untuk manajemen sehingga semua laporan dapat diakses real time oleh manajemen melalui handphone, tanpa harus dikirimkan oleh tim Reporting secara manual melalui email. Untuk memenuhi ekspektasi baru ini, tim Reporting kemudian harus mempelajari mengenai data visualisation dan data science. Bahkan mereka sampai harus mempelajari mengenai design, database management system, dan ilmu-ilmu lain yang dibutuhkan agar bisa menyediakan dashboard yang datanya ter-update real time dan dapat dibaca dengan mudah oleh manajemen dan analyst.
Untuk tetap relevan, kita harus terus mempelajari ilmu-ilmu baru yang diperlukan dalam profesi dan posisi kita. Karena seiring berjalannya waktu, apalagi di era saat ini yang berubah dengan sangat cepat, ilmu yang sekarang kita miliki mungkin sudah tidak cukup lagi.
“Untuk tetap relevan, kita harus terus mempelajari ilmu-ilmu baru yang diperlukan dalam profesi dan posisi kita. Karena seiring berjalannya waktu, apalagi di era saat ini yang berubah dengan sangat cepat, ilmu yang sekarang kita miliki mungkin sudah tidak cukup lagi.”
Bila ada teman-teman yang menjadi berpikir: “Duh, tapi aku orangnya slow learner. Apakah aku bisa tetap bertahan dan stay relevant di dunia kerja ini?”. Jangan khawatir! Tentu saja bisa teman-teman. Hampir semua skills di dunia ini bisa dilatih, termasuk agility dan fast-learning. Seperti yang disampaikan Atul Gawande dalam bukunya Complications, profesi dokter bedah pun tidak percaya bahwa excellence ditentukan oleh talent semata, melainkan mostly ditentukan oleh latihan.
โSurgeons, as a group, adhere to a curious egalitarianism. They believe in practice, not talent. People often assume that you have to have great hands to become a surgeon, but itโs not true. To be sure, talent helps. Professors say every two or three years theyโll see someone truly gifted come through a programโsomeone who picks up complex manual skills unusually quickly, sees the operative field as a whole, notices trouble before it happens. Nonetheless, attending surgeons say that whatโs most important to them is finding people who are conscientious, industrious, and boneheaded enough to stick at practicing this one difficult thing day and night for years on end. Skill, surgeons believe, can be taught; tenacity cannot.โ
Atul Gawande, Complications: A Surgeon’s Notes on an Imperfect Science
Jadi apakah kamu sudah agile dan fast-learning enough? Kalo belum, yuk kita belajar bareng cara berlatihnya di posts mendatang ya! Take care, for now! Stay safe! Stay healthy! Stay relevant! Keep on learning!
- mentor forward, fear not
- stop fixing, start leading
- fast-track burnout recovery ritual
- pausing and thinking, active inactions
- Blogpost Review: The Nine Box Matrix